By : Rosyid Adi Wahyudi
Perang seringkali bukan merupakan pertikaian antara baik dan buruk. Berbagai kepentingan masuk di sana. Baik ataupun buruk, seperti epik di mana berbagai pihak yang berkepentingan saling berseteru satu sama lain. Bagitu pula yang terjadi di selat Yeonpyon.
Mari kita lihat peta Yeonpyon dan kita melihat sebuah pembagian wilayah yang tidak adil. Pulau Yeonpyon adalah pulau strategis, daerahnya langsung berhadapan dengan wilayah daratan Korea Utara. Ini adalah wilayah yang paling tepat untuk menggempur Korea Utara. Garis perbatasan yang sangat berat sebelah ini tentu saja tidak disetujui oleh pihak utara. Amerika dan pihak Selatan secara sengaja mengadakan latihan militer. Tentu saja demi melakukan tekanan terhadap pihak Korea Utara. Amerika yang mengandalkan kapal induk dan pesawat tentu lebih mudah menyerang Korea Utara dari sisi ini. Alasannya bukan dibuat-buat, Korea Utara memiliki nuklir dengan demikian sangat berbahaya bagi Amerika Serikat.
Korea Utara yang merasa dipermalukan, mau tidak mau melakukan serangan. Demi mempertahankan posisinya dalam bargain senjata nuklir dan kehormatannya. Dengan mengalah dan membiarkannya maka Korea Utara tak akan memiliki posisi yang bagus dalam diplomasi. Maka Korea Utara menyerang, ke pulau yang diisi oleh para penduduk. Tempat Korea Selatan menempatkan persenjataannya, pulau yang menurut Korea Utara diisi tameng hidup..
Di sinilah Cina (PRC), menunggu. Mengamati perlahan dan sangat hati-hati dengan statmen-nya. Saya merasa memang ini gaya diplomasi Cina, pada perang Korea yang lalu Cina membantu Korea Utara karena Selatan terlalu dekat ke daratan Cina. Korea Utara merupakan salah satu posisi penting bagi keamanan Cina. Jika Korea bersatu dan Selatan mendominasi maka perbatasan Cina tidak akan aman lagi, langsung berhadapan dengan kekuatan Amerika (USA). Ini dan mungkin berbagai alasan yang lain Cina sering mentolerir sikap Korea Utara walaupun mungkin Cina juga sering gerah dengan negara itu.
Kita dipertontonkan berbagai sikap Arogan dalam berdiplomasi. Amerika masih bersikap sama kepada Asia timur seperti saat Komodor Perry membuka kepulauan Jepang. Diplomasi dengan todongan kapal perang. Arogansi ini yang menyebabkan diskusi menjadi berat sebelah dan pincang. Sementara itu berdoa rezim di Korea Utara ambruk dengan sendirinya.
Sebaliknya Cina, sebuah kekuatan baru yang luar biasa. Dengan gaya diplomasi yang mendua dan menghindar dari statemen keras, namun berani bertindak keras. Tidak ingin terkepung oleh sekutu-sekutu Amerika di timur. Cina sering membiarkan tingkah Korea Utara yang 'kekanakan'.
Dua kekuatan ini saling mempengaruhi pembagian kekuatan di semenanjung Korea. Dua kepentingan besar bermain di sini. Dan Korea? Sebuah bangsa yang tidak hanya terbagi dalam wilayah namun juga waktu. Korea Selatan adalah negara Industri yang maju, dengan pop yang dikenal hingga jauh, negara yang penuh cahaya dan menjadi sorotan dunia. Sedangkan Korea Utara adalah negeri yang berhenti dalam waktu.
Negeri ini berhenti dalam waktu perang dingin dan perang Korea. Mereka berhenti dalam waktu dan terus mengusahakan berhentinya selama mungkin. Presidennya tidak berganti, bahkan ketika presiden itu meninggal, dilanjutkan oleh putra-putranya. Dia adalah negara Komunis yang sangat kental, ketika negara-negara Komunis mundur satu demi satu. Meninggalkan Cina yang bahkan semakin mereformasi dirinya. Terpisah dalam dua kubu Liberal-Komunis, bertahun-tahun bahkan setelah Tembok Berlin runtuh. Terjebak dalam zaman diktator dan bom-bom nuklir. Terus berusaha mengekalkan presidennya yang telah lama mati. Bersembunyi dalam gelap menghindari pandangan mata negara-negara.
Dia disebut Negara Petapa. Bukan “Tirai Bambu” dan bukan “Tirai Besi”. Tirai-tirai itu sudah terlepas sekarang. Korea adalah Negara Petapa yang menyembunyikan diri ke dalam gunung-gunungnya. Maka siapa yang akan menggerakkan waktu Korea Utara dan membawanya ke zaman baru? Siapa yang memiliki cukup tenaga dan dana untuk itu? Untuk menggerakkan waktu yang terhenti?
Yang satu berada di bawah cahaya dan yang satu berada di bawah kegelapan. Sebuah fakta yang romantis, ini bukan film Korea, ini adalah Korea. Sebuah tempat yang sangat amat indah. Tempat terciptanya drama-drama itu.
Hal yang perlu diperhatikan adalah seekor Elang terbang begitu jauh dari negerinya.
Elang yang terbang terlalu jauh dari negerinya. Elang yang terbang terlalu jauh dari rumah jarang berhasil. Coba lihat Vietnam, Irak, Afganistan, apa yang didapatnya adalah lebih banyak masalah. Ingat Pearl Harbour, dan siapa yang memaksa membuka kotak pandora bernama Jepang? Kenapa Elang itu di sana? Saya tidak memprotes keberadaannya di sana, saya hanya menginginkan jawaban kenapa? Why?
Sementara itu seekor Naga sedang bangun dari tidurnya. Cina sebagai negara Asia yang kuat seharusnya semakin sadar akan tanggung-jawabnya sebagai negara besar di Asia, tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan kemakmuran di Asia Timur bahkan di seluruh Asia.
Perang bisa jadi akan pecah, atau bisa jadi sekali lagi waktu akan terhenti di semenanjung Korea. Mungkin banyak yang menginginkan waktu tetap terhenti. Tapi waktu adalah waktu, dia akan bergerak, walau sangat amat perlahan.
Tampilkan postingan dengan label korea utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label korea utara. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 November 2010
Minggu, 28 November 2010
Ketegangan di Semenanjung Korea.
Tanggal 23 November 2010 Korea utara menyerang wilayah Korea Selatan di pulau Yeonpyong. 90 rudal mendarat dan menghancurkan pulau yang berpenduduk. Menewaskan tidak hanya tentara namun juga dua rakyat sipil. Alasan penyerangan adalah provokasi oleh Korea Selatan-Amerika, sebuah latihan militer gabungan diadakan zona perbatasan. Sebuah perbatasan yang tak pernah disetujui oleh Korea Utara. Selain itu Korea Utara memang sering kali melakukan provokasi semacam ini, sudah beberapa Insiden terjadi antara Korea Utara dan Selatan.
Setelah serangan terjadi, Korea Utara mengatakan bahwa akan menyerang lagi 'TANPA AMPUN' jika Korea Selatan melakukan 'Provokasi' lebih lanjut. Korea Selatan masih menahan amarahnya, takut dengan kemungkinan perang terbuka. Korea Selatan tidak menanggapinya dengan seharusnya (membombardir Korea Utara dengan Jet.) Tapi melakukan latihan perang lagi bersama Amerika Serikat. Mencoba mengetes akal sehat terakhir Korea Utara sebelum sebelum amarahnya meledak sempurna.
Sementara itu ketika rudal ditembakkan sang pemimpin, Kim Jong-Ill sedang tur ke pabrik kecap dengan calon pewaris tahtanya.
Korea utara resminya bernama Democratic People's Republic of Korea atau mungkin beberapa orang lebih suka menganggapnya sebagai
Cina adalah negara yang menjadi sekutu bagi Korea Utara. Korea Utara merupakan sekutunya menghadapi sekutu-sekutu Amerika di Asia Timur. Alasan lain adalah masalah sejarah dan masa lalu, Sebagai sesama negara Komunis. Bagaimanapun Cina bersikap sangat strategis. Seperti pemain dalam suatu permainan catur. Memikirkan posisinya dan melangkah sangat hati-hati. Tidak pernah setuju dengan tindakan Korea Utara namun bertindak sangat 'strategis'. Perjanjian persekutuan mereka adalah ketika Negara mereka diserang, bukan menyerang. Belakangan Amerika mengharap Cina membantu meredakan ketegangan di Korea.
Korea Selatan yang menjadi korban dari serangan, sangat amat marah namun berusaha keras menahan amarahnya. Pada dasarnya Korea Utara dan Selatan selalu dalam keadaan perang, hanya berada pada tahap gencatan senjata sejak perang Korea. Peperangan terbuka akan sangat buruk bagi Korea Selatan. Sayangnya Korea Utara sudah sering melakukan 'gangguan' yang amat sangat kurang ajar. Dan kesabaran ada batasnya.
Korea Selatan memang tak memiliki kekuatan dan 'kegilaan' Korea Utara namun dia memiliki sekutu sebuah negara adi daya terakhir dunia, Amerika Serikat. Negara adi daya yang belakangan ini punya banyak masalah, dan jelas sekali 'tidak ingin menambah masalah' di negeri yang jauh itu.
Sementara itu Negara Jepang memikirkan kembali kebijakannya mensuport sekolah 'sekte' Korea Utara di Jepang. Cenderung tidak melakukan apa-apa karena Amendemen melarang 'invasi'. Namun mengawasi dan waspada akan kejadian di Korea.
Dan Indonesia.. seperti biasanya prihatin (terutama karena banyak TKI dan boyband di Korea Selatan).
Korea Utara adalah negara yang disebut sebagai 'negara pertapa' karena kesendiriannya dan ketertutupannya terhadap dunia. Dia hidup di masa lalu. Sebuah negara yang kesepian, yang sangat keras kepalanya hidup sendiri sesuai dengan prinsip 'Juchen' (Semacam Marhenisme Radikal) yang kolot. Sayangnya dia juga hanya bisa berbicara terhadap dunia dengan satu bahasa yang dia kenal, yaitu militer.
Perbuatan Korea Utara tak bisa dibenarkan. Perbuatannya telahmengancam kedamaian dan stabilitas di Asia Timur. Orang- orang menginginkan permasalahan diselesaikan secara damai. Tapi tidak semua orang berpendapat Korea Utara berhak atas kesabaran itu.
Hari ini Latihan militer Amerika-Korea Selatan dilakukan. Kita akan melihat bagaimana ini berlangsung. Semoga berakhir dengan damai seperti biasanya...
Langganan:
Postingan (Atom)
