Senin, 29 November 2010

Korea Dan kenapa segalanya begitu rumit.

By : Rosyid Adi Wahyudi

Perang seringkali bukan merupakan pertikaian antara baik dan buruk. Berbagai kepentingan masuk di sana. Baik ataupun buruk, seperti epik di mana berbagai pihak yang berkepentingan saling berseteru satu sama lain. Bagitu pula yang terjadi di selat Yeonpyon.

Mari kita lihat peta Yeonpyon dan kita melihat sebuah pembagian wilayah yang tidak adil. Pulau Yeonpyon adalah pulau strategis, daerahnya langsung berhadapan dengan wilayah daratan Korea Utara. Ini adalah wilayah yang paling tepat untuk menggempur Korea Utara. Garis perbatasan yang sangat berat sebelah ini tentu saja tidak disetujui oleh pihak utara. Amerika dan pihak Selatan secara sengaja mengadakan latihan militer. Tentu saja demi melakukan tekanan terhadap pihak Korea Utara. Amerika yang mengandalkan kapal induk dan pesawat tentu lebih mudah menyerang Korea Utara dari sisi ini. Alasannya bukan dibuat-buat, Korea Utara memiliki nuklir dengan demikian sangat berbahaya bagi Amerika Serikat.

Korea Utara yang merasa dipermalukan, mau tidak mau melakukan serangan. Demi mempertahankan posisinya dalam bargain senjata nuklir dan kehormatannya. Dengan mengalah dan membiarkannya maka Korea Utara tak akan memiliki posisi yang bagus dalam diplomasi. Maka Korea Utara menyerang, ke pulau yang diisi oleh para penduduk. Tempat Korea Selatan menempatkan persenjataannya, pulau yang menurut Korea Utara diisi tameng hidup..

Di sinilah Cina (PRC), menunggu. Mengamati perlahan dan sangat hati-hati dengan statmen-nya. Saya merasa memang ini gaya diplomasi Cina, pada perang Korea yang lalu Cina membantu Korea Utara karena Selatan terlalu dekat ke daratan Cina. Korea Utara merupakan salah satu posisi penting bagi keamanan Cina. Jika Korea bersatu dan Selatan mendominasi maka perbatasan Cina tidak akan aman lagi, langsung berhadapan dengan kekuatan Amerika (USA). Ini dan mungkin berbagai alasan yang lain Cina sering mentolerir sikap Korea Utara walaupun mungkin Cina juga sering gerah dengan negara itu.

Kita dipertontonkan berbagai sikap Arogan dalam berdiplomasi. Amerika masih bersikap sama kepada Asia timur seperti saat Komodor Perry membuka kepulauan Jepang. Diplomasi dengan todongan kapal perang. Arogansi ini yang menyebabkan diskusi menjadi berat sebelah dan pincang. Sementara itu berdoa rezim di Korea Utara ambruk dengan sendirinya.

Sebaliknya Cina, sebuah kekuatan baru yang luar biasa. Dengan gaya diplomasi yang mendua dan menghindar dari statemen keras, namun berani bertindak keras. Tidak ingin terkepung oleh sekutu-sekutu Amerika di timur. Cina sering membiarkan tingkah Korea Utara yang 'kekanakan'.

Dua kekuatan ini saling mempengaruhi pembagian kekuatan di semenanjung Korea. Dua kepentingan besar bermain di sini. Dan Korea? Sebuah bangsa yang tidak hanya terbagi dalam wilayah namun juga waktu. Korea Selatan adalah negara Industri yang maju, dengan pop yang dikenal hingga jauh, negara yang penuh cahaya dan menjadi sorotan dunia. Sedangkan Korea Utara adalah negeri yang berhenti dalam waktu.

Negeri ini berhenti dalam waktu perang dingin dan perang Korea. Mereka berhenti dalam waktu dan terus mengusahakan berhentinya selama mungkin. Presidennya tidak berganti, bahkan ketika presiden itu meninggal, dilanjutkan oleh putra-putranya. Dia adalah negara Komunis yang sangat kental, ketika negara-negara Komunis mundur satu demi satu. Meninggalkan Cina yang bahkan semakin mereformasi dirinya. Terpisah dalam dua kubu Liberal-Komunis, bertahun-tahun bahkan setelah Tembok Berlin runtuh. Terjebak dalam zaman diktator dan bom-bom nuklir. Terus berusaha mengekalkan presidennya yang telah lama mati. Bersembunyi dalam gelap menghindari pandangan mata negara-negara.

Dia disebut Negara Petapa. Bukan “Tirai Bambu” dan bukan “Tirai Besi”. Tirai-tirai itu sudah terlepas sekarang. Korea adalah Negara Petapa yang menyembunyikan diri ke dalam gunung-gunungnya. Maka siapa yang akan menggerakkan waktu Korea Utara dan membawanya ke zaman baru? Siapa yang memiliki cukup tenaga dan dana untuk itu? Untuk menggerakkan waktu yang terhenti?

Yang satu berada di bawah cahaya dan yang satu berada di bawah kegelapan. Sebuah fakta yang romantis, ini bukan film Korea, ini adalah Korea. Sebuah tempat yang sangat amat indah. Tempat terciptanya drama-drama itu.

Hal yang perlu diperhatikan adalah seekor Elang terbang begitu jauh dari negerinya.

Elang yang terbang terlalu jauh dari negerinya. Elang yang terbang terlalu jauh dari rumah jarang berhasil. Coba lihat Vietnam, Irak, Afganistan, apa yang didapatnya adalah lebih banyak masalah. Ingat Pearl Harbour, dan siapa yang memaksa membuka kotak pandora bernama Jepang? Kenapa Elang itu di sana? Saya tidak memprotes keberadaannya di sana, saya hanya menginginkan jawaban kenapa? Why?

Sementara itu seekor Naga sedang bangun dari tidurnya. Cina sebagai negara Asia yang kuat seharusnya semakin sadar akan tanggung-jawabnya sebagai negara besar di Asia, tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan kemakmuran di Asia Timur bahkan di seluruh Asia.

Perang bisa jadi akan pecah, atau bisa jadi sekali lagi waktu akan terhenti di semenanjung Korea. Mungkin banyak yang menginginkan waktu tetap terhenti. Tapi waktu adalah waktu, dia akan bergerak, walau sangat amat perlahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar